Tuntaskan Asia Cross Country Rally 2022 Thailand - Kamboja Kelas Motor, Mufti : Finish Itu Target, Podium Jadi Bonus
2022-11-28 05:37:04

mobilinanews (Kamboja) - Bagi riders Indonesia, diakui tak mudah menaklukkan trek yang ada di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022. Kompetisi yang dijuluki Rally Dakar versi Asia ini menempuh perjalanan sejauh 1.700 km selama 6 hari dari Buriram (Thailand) ke Ancor Wat, Kamboja.

Ini diakui ketiga peserta motor dari Tanah Air, yakni Rudy Poa, Mufti MK dan Habib.

"Meski perjuangan berat, syukur kami dari Tim Riders Indonesia bisa tuntas hingga garis finish. Tujuan utama kami selamat sampai akhir," ungkap Mufti yang mengendarai CRF250 versi Rally.

Habib yang merupakan Mahasiswa Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat juga mengandalkan motor yang sama dengan Mufti, ayah kandungnya.

Keduanya masuk kelas M1. Sedangkan riders senior Rudy Poa menunggang KTM. Peserta dari 8 negara di Asia.

Karena rally, tentu saja jalur yang dilalui peserta dominan trek offroad. "Jalur yang ditemui sepanjang perjalanan bervariasi, seperti trek pasir, gravel, batu cadas dan rawa. Menjadi tantangan setiap peserta ditambah curah hujan cukup tinggi membuat jalur menjadi lebih berat," beber Mufti.

Nah, bagi peserta Indonesia, jangan khawatir ikut event AXCR, sebab semuanya telah terukur dan diperhitungkan penyelenggara. Buktinya, Habib baru kali ini menjadi peserta kejuaraan internasional. "Hasilnya lumayan, bisa finish dengan urutan ke-6," puas Habib.

Sedangkan Mufti berada setingkat di atasnya. "Posisi ke-5, naik podium juara dan dapat trofi dari panitia," bangga Mufti.

Sebagai info, posisi 1 sampai 4 seluruhnya riders Jepang. Diperlukan kesiapan fisik, kendaraan dan kerjasama tim agar bisa menuntaskan kompetisi.

Berbagai strategi dibuat setiap peserta agar tidak terjadi kendala selama perjalanan.

"Saya dan Habib pakai ban dalam jenis busa tanpa angin untuk menghindari ban bocor. Namun, ternyata kelemahannya apabila digunakan lebih dari 1000 km membuat ban dalam hancur seperti tepung," ulas Mufti.

Hal itu juga terjadi pada motor Habib. "Ban dalam hancur sehingga kehilangan waktu lebih dari 2 jam untuk ganti dengan ban dalam biasa yang disiapkan sebagai cadangan. Penggantian dilakukan di jalur, tidak boleh dapat bantuan orang lain kecuali tim sesama peserta," tutur Habib.

Yaps! "Jadi, bagi kami finish itu target, sedangkan podium adalah bonus. Dengan modal pengalaman mengikuti AXCR 2022, bisa jadi bekal untuk main di event sekelasnya," yakin Mufti yang pernah menaklukkan trek Gurun Sahara selama berhari-hari, trek gurun di Dubai, handicap salju di pegunungan Himalaya dan juga trek Salt Lake (Danau Garam) di USA.

Wuih, top dah! (bangve)