Ricardo Gelael : Di Bahrain Akhir Pekan Ini Laga Terakhir Sean di F2
2020-12-02 10:35:26

mobilinanews (Bahrain) - Hampir bisa dipastikan, seri F2 di sirkuit Sakhir Bahrain pada akhir pekan ini menjadi event terakhir Sean Gelael di ajang balap yang telah 5 tahun lebih digelutinya itu.

"Iya, sepertinya begitu. Sudah 5 tahun Sean di F2, harus jujur diakui langkah ke F1 cukup berat. Dan, kami tidak mau Sean ke F1 sebagai pay driver (pembalap yang tampil di F1 dengan membayar)," ujar Ricardo Gelael kepada mobilinanews.

Ricardo Gelael menghubungi melalui sambungan telepon dari Bahrain pada Senin (30/11/2020) malam WIB atau sore hari waktu setempat.

Pereli senior itu mendampingi Sean Gelael putranya berusia 24 tahun, yang pada Sabtu dan Minggu depan akan berlomba di ajang F2 (F1 junior) bersama tim DAMS yang disupport Team Jagonya Ayam.

Keterangan Ricardo Gelael tersebut sekaligus menjawab postingan di media sosial terkait Sean Gelael dikabarkan akan mengakhiri balap di F2 tahun ini.

"Kalau ditanya mau balap di mana setelah ini? Mungkin baru minggu depan saya bisa menjawab. Yang jelas, banyak tawaran untuk Sean tetap di jalur balap international," terang Ricardo Gelael.

Ke Formula E, IndyCar, BTCC, DTM, FIA World Endurance Championship, ISSOM atau ke reli?

"Juga bisa berarti tidak balap. Semua bergantung Sean, maunya ke mana. Karena selama ini, saya sebagai orang tua hanya mensupport," ungkap Ricardo Gelael.

Namun, bos KFC Jagonya Ayam tersebut menampik beberapa alternatif yang coba disodorkan di atas.

"ISSOM? Pasti enggak. Sedangkan kalau ikut reli itu hanya untuk hobi, rekreasi aja," lanjut Ricardo Gelael.

Yang jelas, lanjut Ricardo, kalau harus tetap di jalur balap international memang tidak boleh vakum. 

"Cedera punggung mengakibatkan absen beberapa seri F2 saja sangat merugikan, ketinggalan ratus lap? Apalagi vakum setahun misalnya. Ya, bukan bermaksud apa, Sean satu-satunya orang Indonesia balap di  level international dalam beberapa tahun ini," ungkap Ricardo.

Di level ini, dia menyebut nama Ananda Mikola, Rio Haryanto dan Phillopaz Patrick Armand pembalap Indonesia selain Sean berlaga di level dunia.

Jika Sean Gelael memilih tinggalkan FIA Formula 2 Championship musim depan maka untuk pertama kalinya sejak GP2 Series musim 2011, tanpa menghadirkan satu pun pembalap Indonesia.

Ricardo juga menyampaikan bahwa orang kita biasanya hanya suka melihat hasil, bukan prosesnya.

"Padahal dalam balapan itu sangat kompleksitas. Di F2 itu un-predictible. Tahu-tahu ada masalah hidraulik, kesalahan pemilihan ban terkait perubahan cuaca, masuk safety car pembalap harus masuk pit dan lain-lain."

"Persaingan di F2 (Bahrain) akhir pekan lalu, misalnya, juara Feature Race hari Sabtu, bisa tercecer di belakang saat Sprint Race hari Minggu-nya," terang Ricardo.

Namun sayangnya, di laga terakhirnya ini, masih di sirkuit Sakhir namun dengan lay out berbeda yang lebih pendek, Ricardo memprediksi mobil Sean bakal kurang kompetitif.

"Kita lihat 2-3 hari ini settingan mobil disesuaikan. Tentu Sean di momentum bersejarah ini ingin do the best yang mengesankan dalam karirnya di F2. Meski tidak mudah, mari kita tunggu dan doakan saja," pungkas Ricardo Gelael. (bs)