Presley dan Daffa AB Juarai Round 4 HME Indunesia 6 Hours of Daytona
2021-06-16 08:25:20

mobilinanews (Daytona) - Duet pembalap tim JMX Phantom Presley Martono dan Daffa AB sukses menjuarai kelas GTE round 4 HME Indonesia 6 Hours of Daytona, Amerika Serikat, Minggu (13/6/2021).

Dalam event balap ketahanan virtual dengan platfrom rFactor2 yang diikuti pembalap dari Irlandia, Rusia, Singapura, Thailand dan Indonesia tersebut, sejatinya tim JMX Phantom start dari posisi 3 hasil dari QTT.

Daffa AB yang mendapat tugas sebagai driver untuk 3 jam pertama, melakukan tugasnya dengan baik, ditunjukkan dengan berhasil merebut posisi terdepan setelah berlangsung beberapa laps. 

Posisi itu berhasil dipertahankan Daffa yang sejatinya adalah seorang pegokat nasional kelas Junior, hingga posisi pengemudi digantikan Presley Martono untuk 3 jam berikutnya. 

Melalui Presley Martono yang juga sebagai CEO JMX Phantom sukses menuntaskan balapan sebagai juara 1, diikuti Daniil Svoekosh sebagai juara 2 dengan gap sekitar 45 detik dan Chritopher Radi juara ketiga gap 59 detik.

"Sirkuit Daytona bukanlah sirkuit favorit saya. Tapi, karena harus turun di sana, kami tetap profesional dengan menyiapkan diri sebaik-baiknya. Saya dan Daffa berhasil melakukan tugas dengan baik, dan kembali menjadi juara di event HME Indunesia ini," ujar Presley Martono kepada mobilinanews.

Dengan kemenangan ini, tim JMX Phantom memimpin klasemen sementara kelas GTE dan masih ada 6 round lagi untuk menuntaskan balapan gelaran HM Engineering yang dikomandani Harris Muhammad.

Terkait pemilhan Daffa AB sebagai partnernya di ajang ini, Presley menyebutkan bahwa sudah ada semacam spesialisasi untuk penugasan pembalap di tim JMX Phantom.

"Empat pembalap senior JMX Phantom yakni saya, Daffa, Avila Bahar dan Fadhli Rachmat memiliki skill yang equal. Tapi, kami kemudian membuat semacam spesialisasi saya dan Daffa untuk platform RFactor2, sedang Avila dan Fadhli Rachmat untuk platform Asseto Corsa," terang Presley.

Presley sang juara umum F4 Sout East Asia 2017 juga memuji Daffa dengan persiapan singkat bisa cepat menyesuaikan diri untuk turun di balap ketahanan 6 Hours of Daytona. 

"Salah kunci kemenangan kami kali ini adalah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat kesalahan saat balapan," tegas Presley.  

Pandangan serupa juga mencuat dari Irjen (P) Anang Boedihardjo, ayahanda Daffa AB yang selalu mengikuti perkembangan putra bungsunya itu.

"Saya melihat progress Daffa di balap Simulator makin hari makin bagus. Mungkin hal itu diperoleh karena jam latihan Daffa cukup tinggi, tiada hari tanpa latihan. Juga saya lihat Daffa tidak segan bertukar pikiran dengan senior-seniornya. Bahkan lebih dari itu, dia berusaha kenalan dengan jago-jago balap tingkat dunia dan berusaha bisa tukar pikiran," ungkap Irjen Anang.

Untuk balap ketahanan ini menjadi tantangan tersendiri buat Daffa. Karena dia dipercaya harus berpasangan dengan pembalap senior Presley yang memiliki segudang pengalaman sekaligus owner JMX PHANTOM Team.

Dan, Daffa harus menggunakan perangkat Simulator di Headquarter JMX Phantom Cipete Jakarta Selatan yang notabene dengan simulator yang jarang dipakainya. "Itu membuat Daffa agak kesulitan karena memerlukan waktu menyesuaikan diri," tukas Irjen Anang.

Biasanya, setiap mengikuti balapan simulator, Daffa menggunakan simulator di rumah. Hanya saja karena akhir-akhir ini internetnya sering mengalami gangguan, Daffa harus memakai simulator yang biasa dipakai Avila tersebut.

"Alhamdulillah, Daffa cepat adaptasi dan Daffa saat QTT dapat urutan 3 bisa bisa mengkonversinya pada 3 jam pertama saat Daffa dipercaya sebagai drivernya dengan merebut posisi 1. Dan dilanjutkan Presley untuk 3 jam berikutnya Presley yang juga bisa mempertahankan hingga akhirnya meraih juara 1," terang Irjen Anang.

Selamat untuk Presely, Daffa dan JMX Phantom. (wan)