Mengenal Asal Muasal Kenekers, Asosiasi Co-Driver dan Navigator di Indonesia
2020-11-26 07:39:49

mobilinanews (Jakarta) - Demi menjaga regenerasi co-driver rally dan navigator speed offroad di Indonesia untuk terus tumbuh, maka beberapa orang menggagas mendirikan sebuah wadah tempat sharing atau bertukar informasi mengenai dunia co-driver dan navigator.

Nama Kenekers sendiri dipilih karena sangat familiar lantaran mengadopsi dari kernet atau kenek bus dan ditambahkan aksen bahasa Inggris dengan imbuhan S di belakangnya.

Saat berbincang dengan mobilinanews, juru bicara Kenekers, Nugraha Hadinata, menjelaskan mengenai silsilah lahirnya Kenekers tersebut.

Menurutnya, terbentuknya Kenekers dikarenakan adanya ketimpangan informasi tentang dunia per-navigatoran di ajang speed offroad Indonesia.

"Kenekers berdiri pada 12 April 2012, bertepatan dengan event speed offroad di Harvest City, Cibubur, Jakarta Timur. Berdirinya dikarenakan kami melihat adanya ketimpangan informasi tentang dunia per-navigatoran karena banyak navigator speed offroad yang baru. Atas dasar solidaritas, kami akhirnya membuat asosiasi navigator speed offroad pada 2012," buka Nugraha Hadinata atau yang akrab disapa Omen.

Omen menambahkan, meski kelihatannya navigator hanya sebatas pemanis, namun sejatinya ada beberapa hal yang harus dipahami oleh navigator dalam menjalankan perannya di sebelah kiri driver.

"Kita tahu navigator adalah pekerjaan yang profesional yang diberikan kepercayaan dari driver untuk memberikan informasi mengenai detail lintasan."

"Tidak hanya itu, tetapi navigator juga memiliki beberapa tugas seperti melakukan pemeriksaan kendaraan, melakukan persiapan administrasi pendaftaran, melakukan penyesuaian waktu jam induk untuk mengetahui kapan masuk TC dan menjadi partner dari driver selama penyelenggaraan balap," tambah Omen.

Pada dasarnya, kehadiran Kenekers ini juga memiliki beberapa tujuan. Di mana, menurut Omen, ada beberapa aspek yang menjadi tujuan utama dari terbentuknya Kenekers ini.

"Visi kami adalah ingin meningkatkan kualitas navigator speed offroad, berbagi tentang informasi mengenai pembuatan pacenote yang baik dan benar serta bisa saling berbagi informasi megenai semua informasi dan juga bisa meningkatkan standar fee untuk navigator speed offroad," bebernya.

Dikarenakan Kenekers menginginkan legilasi dari Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), maka Omen bertemu dengan perwakilan PP IMI dan diberikan masukan untuk ada penyesuaian dalam Kenekers tersebut.

"Saya 3 tahun lalu mengajukan legalisasi asosiasi ke PP IMI, bertemu dengan Pak Oet (Poedio Oetojo) dan Mas Ian Soejono, lalu mereka menganjurkan untuk menjadi co-driver karena tidak hanya navigator, tetapi juga mencakup untuk co-driver rally dan sprint rally," jelas Omen.

Kebersamaan Kenekers tidak hanya terjadi saat di lintasan balap, namun beberapa kali mereka juga menggelar coaching clinic dan juga menggelar acara lain seperti buka bersama dan fun race gokart. (hf)