Debut Latihan Balap Mobil ISSOM di Sirkuit Sentul, Pegokart Daffa AB Cetak Best Time Fantastis
2021-12-28 08:03:27

mobilinanews (Sentul) - Peraih double winner juara nasional Gokart Kelas Junior 2021 dan juara Seeded A Indonesia Digital Motorsport Championship (IDMC) 2020, Daffa Ardiansa Boediharjo (Daffa AB) ternyata langsung bisa mencetak waktu terbaik 1.55 pada latihan keduanya di Sentul International Circuit, Bogor, Kamis (23/12/2021) lalu.

Best time yang dicetak Daffa AB terbilang fantastis karena sudah setara dengan waktu terbaik para pembalap ITCR 1500 Promotion maupun Rising Star di ajang balap mobil ISSOM 2021.

Dengan kata lain, adaptasi yang dilakukan Daffa AB relatif cepat dari balap mobil kate (baca : gokart) ke balap mobil ISSOM.

Daffa AB in action sebagai pembalap mobil ISSOM di sirkuit Sentul

Untuk debutnya ini, Daffa AB memakai Honda Jazz "lungsuran" dari Rio SB sang kakak yang pada musim depan menggunakan Honda City Hatchback. 

Dan jika para debutan dari gokart biasanya memilih Honda Brio atau Toyota New Agya 1200cc, Daffa langsung menggunakan Honda Jazz 1500 serta akan turun di ITCR 1500.

"Sejak berakhirnya Kejurnas Eshark Rok Cup 2021, Daffa sudah minta latihan balap mobil di sirkuit Sentul besar. Tapi sebelum ke lintasan balap Sirkuit Sentul, Daffa telah melakukan 2 kali latihan," ungkap Irjen (P) Anang Boedihardjo, ayahanda Daffa AB.

Yang pertama di jalan yang sepi di sekitar BSD dan yang ke-2 latihan di lapangan parkir belakang tribun Sirkuit Sentul yang biasa dipakai belajar mobil, latihan slalom maupun drifting.

"Latihan ke-3 langsung masuk trek sirkuit Sentul didampingi Ryan selaku manajer tim P-Five Racing Team untuk mementori Daffa. Selanjutnya latihan ke- 4, Daffa sendirian tidak didampingi mentor yang duduk di sebelahnya," terang Irjen Anang.

Masuk pit untuk lakukan evalusi

Saat latihan pertama masuk trek Sirkuit Sentul, waktu terbaiknya di 1.59, karena masih ada kursi pendamping, ada Ryan sebagai "co driver" dan juga ada balast (beban tambahan) 75 kg bekas yang dipakai Rio SB belum dilepas.

"Setelah itu, saya perintahkan kepada mekanik untuk latihan berikutnya balast dilepas, kursi pendamping dilepas, ternyata Daffa dapat waktu terbaik di 1.55," beber Irjen Anang 

Irjen Anang melihat penguasaan Daffa terhadap racing line sangat cepat sekali. Selain itu, dia tidak ragu ragu untuk tekan gas, untuk masuk dan keluar tikungan juga sudah cukup bagus. Hanya kadang kadang masih terjadi mis gear.

"Nanti setelah 5 atau 6 kali latihan, saya akan minta Rio SB untuk mementori Daffa agar kesalahan-kesalahan yang masih terjadi segera bisa dibenarkan sehingga cara mengemudi Daffa akan menjadi lebih baik," optimis Irjen Anang. (bs)