Alasan Reli, ISSOM dan Slalom Dipilih Toyota Gazoo Racing Indonesia, Dimas Aska: Orientasi Pencapaian Prestasi Berjenjang
2022-06-30 07:27:40

mobilinanews (Jakarta) - Terkait dipilihnya cabang olahraga motorsport reli pada musim ini oleh Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) untuk event Kejurnas, disebutkan Dimas Aska selaku Interactive Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM) memiliki alasan tersendiri.

"Jadi cabor yang kita geluti, tentu saja sudah melalui pertimbangan yang matang. Dan yang paling utama, telah mendapat approval dari Toyota Gazoo Racing global, karena dasar pertimbangannya cukup komprehensif," ujar Dimas Aska kepada mobilinanews di Jakarta.

Menurut Dimas Aska, kriteria sebuah cabor yang dikelola dan disupport Toyota Gazoo Racing utamanya adalah penjenjangannya. 

"Seperti reli, kenapa kita masuk di situ, karena ada event Kejuaraan Nasionalnya (Kejurnas). Demikian pula untuk balap mobil ISSOM maupun Slalom Autokhana," terang Dimas Aska.

Paramater minimal, lanjut Dimas Aska harus Kejurnas. Kemudian cabor tersebut juga dilombakan di level regional dan global/world championship.

"Reli sangat jelas. Di tingkat kejuaraan dunia WRC (World Rally Championship) pun, Toyota Gazoo Racing sudah diketahui semua sangat mendominasi. Sedangkan untuk cabor balap mobil, kita selalu mengikuti Japan Open Championship di Jepang untuk level regional, serta Auto Gymkhana Championship untuk cabor slalom," terang Dimas Aska.

Kemudian kriteria lainnya, tambah Dimas Aska, kendaraan yang dipakai adalah mobil yang juga dipakai untuk sehari-hari.

"Ketiga cabor tersebut (reli, balap mobil dan slalom), basicly menggunakan mobil harian yang kita jual untuk masyarakat umum yaitu Toyota Yaris GR Sport dan Toyota Agya GR," beber Dimas Aska.

Target tim reli Toyota Gazoo Racing Indonesia di Kejurnas Reli tahun ini?

"Pada debutnya tahun ini, pereli Ryan Nirwan dan co-driver Adi Indiarto kami targetkan bisa finish untuk seluruh event Kejurnas Reli dan Sprint Rally. Karena merupakan tahun pertama," jawab Dimas Aska.

Dari mengikuti event Kejurnas tahun ini, terang Dimas Aska, tim teknik akan mengumpulkan data untuk pengembangan dan improve mobil menghadapi event berikutnya.

Berbeda casenya dengan balap mobil ISSOM maupun Slalom Autokhana, menurut Dimas Aska yang secara tim maupun pengembangan kendaraan sudah mapan maka targetnya pun menjadi yang terbaik.

"Sudah kita buktikan di ajang Kejurnas Slalom Autokhana putaran 1 lalu di Purwokerto, pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia berhasil melakukan sapu bersih juara kelas-kelas bergengsi. Yang biasanya dikuasai tim lain, kali ini bisa kita ambil," urai Dimas Aska.

Salah satu kunci keberhasilan itu, imbuh Dimas Aska, karena penyiapan kendaraan yang optimal dari data yang diperoleh musim lalu yang kemudian dikembangkan oleh tim teknik sejak awal 2022.

"Sekaligus membuktikan, produk kami yakni Toyota Agya GR Sport dan Yaris GR Sport, andal untuk harian dan oke untuk racing," senyum Dimas Aska.

"Kamu mau menyampaikan satu lagi, bahwa Toyota Gazoo Racing juga berjaya di kejuaraan dunia balap ketahanan FIA WEC (World Endurance Championship) selama 5 tahun berturut-turut di kelas Hypercar. Hypercar itu seperti F1 nya di balap ketahanan, LMP2 itu F2nya," pungkas Dimas Aska. (bs)